December 25, 2013

Janji Joni (2005)


Janji Joni (2005)







Janji Joni (2005)
Adventure | Comedy | Romance
Director: Joko Anwar
Release Date: 27 April 2005
Duration: 83 minutes
Country: Indonesia
Language: Indonesian
Starring:




“Gua adalah orang di balik layar, 
gua orang yang menentukan apakah lo bisa nonton film di bioskop atau enggak” 
- Joni - 



Joni (Nicholas Saputra) adalah seorang pengantar roll film yang pekerjaannya mengantar film dari satu bioskop ke bioskop lain. Joni bertanggung jawab untuk mengantarkan roll film tersebut tepat waktu sehingga penonton tidak akan kecewa ketika menonton di bioskop. Dan Joni sangat mencintai pekerjaannya yang seringkali dianggap sebelah mata tersebut. Suatu hari, Joni secara tidak sengaja melihat seorang gadis cantik (Mariana Renata) di bioskop dan tertarik padanya. Joni lalu menanyakan namanya, tapi gadis yang ternyata telah mempunyai pacar (Surya Saputra) tersebut mengatakan bahwa dia akan memberitahu namanya jika Joni mengantarkan roll film tepat waktu. Joni pun menerima tantangan tersebut. Namun sepertinya hari itu semua orang berkonspirasi menggagalkan usaha Joni. Joni malah harus mengalami berbagai peristiwa yang membuatnya harus berpacu dengan waktu agar tidak terlambat mengantar roll film. Berhasilkah Joni? 
 

Bisa dibilang Janji Joni adalah film besutan Joko Anwar yang paling santai, ringan dan fun dibanding film-filmnya yang lain seperti Pintu Terlarang, Kala, atau Modus Anomali. Beberapa kali di putar di televisi, tetap saja waktu itu saya tidak bisa menangkap intisari dari ceritanya. Ya, mungkin karena menontonnya terpotong-potong oleh iklan. Ide ceritanya sendiri terinspirasi dari kejadian yang dialami sang sutradara sendiri ketika tengah asik menonton film di bioskop, tiba-tiba filmnya terputus lantaran pengantar filmnya mengalami kecelakaan. 

 

Yah.. mungkin kita tidak akan pernah menyangka bahwa pekerjaan seperti yang dilakoni Joni adalah pekerjaan yang sangat krusial, terutama bagi para penonton bioskop karena ditangan merekalah nasib para penonton bioskop. Pengantar roll film ini harus mengantarkan roll film dari satu bioskop ke bioskop lainnya secara bergiliran lantaran produsen film hanya menyediakan 1 roll film untuk 2-3 bioskop sebagai penghematan pengeluaran. Maka dari itu dibuatlah sistem jam tayang yang berbeda antara satu bioskop dengan bioskop lainnya. Itulah kenapa kita bisa lihat di bioskop film yang diputar nyaris tidak pernah sama jam tayangnya untuk satu film yang sama. Dengan menonton film ini kita jadi tahu suka duka perjuangan mereka melakukan pekerjaan yang mungkin hanya dianggap sebelah mata tersebut. Tak hanya itu saja, Joko Anwar pun dengan cerdiknya menampilkan orang-orang yang bekerja di balik pembuatan film seperti sutradara, kameramen, produser, penulis skenario dan artis. 
 

Janji Joni sendiri merupakan sebuah sindiran tajam dimana sesungguhnya sebuah janji haruslah ditepati walaupun berbagai rintangan menghadang. Seperti halnya rintangan-rintangan yang dihadapi Joni seperti motornya di curi ketika membantu seorang kakek buta menyeberang, membantu persalinan istri supir taksi (Barry Prima), dipaksa jadi figuran film oleh sutradara (Ria Irawan), menolong cewek bernama Voni (Rachel Maryam) yang dijambret, jadi drummer bandnya Voni, ke tempat seniman sinting bernama Adam Subandi (Sujiwo Tejo), namun dia harus tetap menepati janjinya dan berpacu dengan waktu untuk tepat waktu mengantarkan roll film. Ya, tepat waktu menjadi hal yang mahal harganya untuk masyarakat kita yang dikenal sebagai masyarakat jam karet. Padahal keterlambatan yang walau hanya sebentar, menimbulkan efek yang sangat merugikan orang lain, seperti kasus dalam film ini sendiri. Bukan itu saja, Joko pun menampilkan sebuah kritik sosial tentang sulitnya menjadi orang baik saat ini. Seperti halnya Joni yang hendak berbuat baik justru malah hal buruk menimpa dirinya.


Nicholas Saputra tentu mempunyai andil besar menghidupkan sosok seorang Joni. Karakternya mungkin tidak terlalu kuat namun kesan yang ditinggalkan cukup memorable dan menyenangkan. Begitu pun dengan Mariana Renata dan Rachel Maryam yang menjadi ‘pemanis’ yang cukup manis di film ini. Justru yang terasa kuat karakternya adalah karakter Pak Ucok yang diperankan oleh Gito Rollies dan karakter yang diperankan oleh Surya Saputra. Banyaknya cameo yang muncul seperti Aming, Indra Herlambang, Indra Birowo, Winky Wiryawan, Tora Sudiro, Ria Irawan, Sujiwo Tedjo, Wulan Guritno dan lainnya menambah keseruan dari film ini sendiri. Diantara cameo tersebut yang paling menarik adalah karakter supir taksi yang diperankan oleh Barry Prima. Tak ketinggalan ada cameo sang sutradara juga menjelang ending. 
 

Sekali lagi, Janji Joni adalah sebuah film dengan skenario dan dialog yang cerdas, menggambarkan sebuah realita dan kritik sosial dengan bahasa lugas dan tajam namun tetap menyelipkan komedi di beberapa bagian. Dengan berbagai kejutan demi kejutan yang datang silih berganti, tentu akan membuat penonton terus bertahan hingga film usai. Belum lagi pilihan lagu yang keren-keren dari 12 band indie seperti The Adams, Zeke and the Popo, Sajama Cut, The Jonis dan lainnya yang menjadi soundtracknya akan membuat kita susah melupakan film yang satu ini. Bravo!




















2 comments:

jodieisme said...

mariana renata anjis..
itu pikiran ane waktu liat poster filmnya di 21..
dan ane pun harus merelakan sebagian uang jajan buat si yg-sekarang-sudah-mantan utk nonton ini film, dua kali dong nying ah, sendiri dulu, dan yg keduanya yaa sama si yg-sekarang-sudah-mantan dong hei..

ga ada tendensi apapun selain hayang nempo mariana renata maen pilem sebagai hal prinsipil yg fundamental dan memotivasi utk datang ke bioskop dua kali yg mungkin kayanya masi kurang njis..
kapan lagi ya ane bisa nonton mariana renata di bioskop, dia jarang main pilem si kampret teh songong anjir, picky pisan jadi jelema, hahaha..
fenomena yg fenomenal adalah lubang hidungnya terasa jadi besar yow di bioskop teh, bombastis pisan itu mah..

Radira said...

Ya ampun, di telaah banget lubang hidung yang besar wkwkwk

Sudahlah, relakan saja uang jajan itu hilang buat si-yang-sekarang-jadi-mantan itu!~

Translate

Waiting Lists

Sur mes lèvres.jpg Dark, brown-tinted and horror-themed image of a man in an asbestos-removal suit (to the right side of the poster), with an image of a chair (in the middle of the image) and an image of a large castle-like building at the top of the image. The text "Session 9" is emboldened in white text in the middle of the image, and near the bottom of the image is written, "Fear is a place." Lisbeth Salander with Mikael Blomkvist The Girl Who Played with Fire.jpg Page turner.jpg Le trou becker poster3.jpg Nightwatch-1994-poster.jpg Headhunter poster.jpg On the Job Philippine theatrical poster.jpg The Song of Sparrows, 2008 film.jpg The-vanishing-1988-poster.jpg Three Monkeys VideoCover.png